Slide 1

Berita PUPR > Libatkan Masyarakat, Balitbang PUPR Replikasi Teknologi Jaringan Irigasi Perpipaan


Kamis, 05 Juli 2018, Dilihat 226 kali

BLPT_SDA

Jakarta - Badan Litbang Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Litbang Penerapan Teknologi Sumber Daya Air bekerja sama dengan Balai Irigasi Puslitbang SDA melakukan replikasi perdana teknologi jaringan irigasi perpipaan di Desa Srumbung, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah yang terletak di Kaki Gunung Merapi dengan jarak 12,5 Km dari puncak gunung.

Desa Srumbung menjadi salah satu daerah yang terdampak erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010.  Pasca erupsi, bahaya akan banjir debris mengancam terutama pada musim hujan. Banjir debris yang salah satunya menerjang Kali Putih di Kabupaten Magelang membawa material seperti pasir dan batu besar mempunyai daya rusak yang tinggi. Selain merusak permukiman yang berada di bantaran sungai, banjir debris ini juga merusak  intake / sungapan irigasi pipa yang yang bersumber di Kali Putih, dan hal ini berakibat pada tidak dapat beroperasinya irigasi perpipaan seperti yang terjadi di Desa Srumbung. Rusaknya saluran irigasi perpipan ini  mengakibatkan sawah petani Desa Srumbung tidak dapat terairi secara maksimal serta pola tanam belum optimal.

Irigasi perpipaan adalah sistem irigasi yang penyalurannya menggunakan bahan pipa sebagai sarana pendistribusian air yang lebih efisien dan kehilangan air di sepanjang saluran dapat diminimalkan. Irigasi pipa juga lebih mudah diatur dan diukur.

Teknologi ini dikembangkan sejak tahun 2013 oleh Balai Irigasi Puslitbang SDA. Kegiatan penerapan irigasi pipa adalah sebagai salah satu upaya penerapan teknologi hasil Balitbang Kementerian PUPR dan mengatasi permasalahan air akibat dari penggunaan air yang tidak berimbang dan mengantisipasi konflik akibat kelangkaan air.

Keunggulan teknologi jaringan irigasi perpipaan antara lain; proses pemasangan yang relatif mudah, perawatan yang sederhana, bahan baku mudah diperoleh, dan Jmeningkatkan efisiensi penyaluran menjadi sebesar 98.99% serta debit air 17,18 liter/detik.

Masyarakat Desa Srumbung merasakan manfaat teknologi ini karena dapat menambah pasokan air dengan  sistem yang sederhana sehingga masyarakat dapat dengan mudah menerapkannya. Selanjutnya, Pemerintah desa melalui kelompok tani Lancar Rejeki akan melakukan operasi dan pemeliharaan (OP) teknologi jaringan irigasi perpipaan yang telah terbangun. 

Potensi pengembangan/replikasi jaringan irigasi perpipaan dapat dilihat dari lahan bertopografi miring, berjenis tanah pasir dengan karakter porus yang belum mendapat layanan jaringan irigasi teknis terbuka. Karakter wilayah tersebut identik dengan areal pertanian yang dekat dengan gunung berapi aktif. (BLPT_SDA)