Slide 1

Berita PUPR > Belajar BIM Hingga ke Negeri Cina


Jumat, 06 Juli 2018, Dilihat 238 kali

adj

Xi’an (29 Juni 2018) – Puslitbang KPT yang diwakili Adji Krisbandono bersama 2 (dua) Tim Building Information Modelling (BIM) PUPR, Amy Rachmadhani Widyastuti dari Institut BIM Indonesia, dan Arief Rahman dari PT. PP (Persero) Tbk berada di Cina selama 6 (enam) hari sejak 29 Juni s/d 4 Juli 2018 untuk menghadiri rangkaian 2018 China AEC Industry Summit. Event internasional yang diselenggarakan atas kerjasama China Real Estate Chamber of Commerce (CRECC)1, Shanghai Construction Engineering College, dan Glodon Company Limited tersebut dihadiri sekitar 2.000 peserta dari 26 negara. Banyak hal yang dipelajari terutama dalam rangka implementasi BIM di Indonesia, mulai dari aspek kebijakan, tahapan/roadmap yang harus dilakukan, infrastruktur pendukung (cloud system, big data), dsb. Tour ke beberapa proyek yang menggunakan BIM, seperti National Stadium (Bird Nest) dan Beijing National Aquatic Centre (Water Cube) juga dilakukan untuk mendapatkan insights atas hasil implementasi BIM di lapangan.

Salah satu pembicara dalam acara tersebut, Lee Chuang Seng yang menjabat sebagai Ketua Steering Committee Building Construction Authority (BCA) Singapura menjelaskan perjalanan Singapura dalam menerapkan BIM di negaranya. Sejak tahun 2010 Roadmap Penerapan BIM disusun, dan pada 2012 seluruh paket pekerjaan arsitektur dan konstruksi sudah diwajibkan menggunakan BIM. Dalam diskusi lebih lanjut, ia menerangkan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi adalah memastikan seluruh pelaku industri konstruksi mengerti benefit dari penerapan BIM tersebut.

Hal lain yang menarik adalah seiring semakin majunya perkembangan teknologi digital di Cina, semakin banyak pula perusahaan konstruksi yang beranjak ke arah digital. Bahkan, Glodon juga tengah bertransformasi; dari semula hanya sebatas software provider menjadi full service provider guna mewujudkan industri konstruksi berbasis teknologi digital yang lebih kompetitif. Salah satu wujud kongkritnya adalah ditandatanganinya MoU antara Glodon dengan Microsoft dan Huawei dalam mengembangkan Artificial Intelligence (AI), big data, dan cloud computing. Bisa dibayangkan kiranya dengan teknologi digital yang semakin maju, maka efisiensi yang dapat dicapai antara lain : cost lebih efisien 30%, waktu penyelesaian pekerjaan dipercepat, emisi karbon berkurang, dan yang paling penting adalah zero accident.

Terakhir, sebelum closing ceremony, para peserta diajak mengunjungi Lab BIM milik Glodon. Dalam Lab yang futuristik tersebut, dapat disimulasikan berbagai model 3D sejak tahap desain, konstruksi, hingga operasi. Simulasi saat konstruksi, misalnya, juga dapat dilakukan menggunakan teknologi Virtual Reality (VR) sehingga sensasi jatuh dari lantai 23 secara virtual akibat kelalaian pada tahap konstruksi juga dapat dirasakan.

Kedepan, platform komunikasi dan kerjasama dalam rangka penerapan BIM di Indonesia akan terus dikembangkan. Delegasi Indonesia, yang juga dihadiri oleh wakil asosiasi (LPJK dan IQSI), akademisi (ITB, UI, ITI), PT. Yodya Karya dan pemda (Kota Bandung) berkomitmen untuk menerapkan BIM dalam proyek-proyek konstruksi, disamping mencetak sarjana teknik yang sudah memiliki kompetensi BIM (adj).


CRECC adalah lembaga non pemerintah di level nasional yang dibentuk oleh seluruh federasi industri dan perdagangan di Cina. Beranggotakan pengembang, supplier, perusahaan konsultansi desain, dan lembaga jasa keuangan, lembaga yang beranggotakan lebih dari 5000 members ini mewakili kepentingan seluruh perusahaan di industri properti, dan berkeinginan untuk mewujudkan pertumbuhan berkelanjutan pada sektor tersebut.