Slide 1

Berita PUPR > Clearing House Technology ANDRICH TECH SYSTEM Tipe ATS 100.50


Selasa, 10 Juli 2018, Dilihat 60 kali

Dalam rangka mewujudkan permintaan PT. MJH Lestari Internasional untuk memperkenalkan Pengolahan Air Limbah ANDRICH TECH SYSTEM Tipe ATS 100.50 pada bidang sanitasi perumahan dan permukiman, maka Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (Puslitbang KPT) Balitbang PUPR pada Jumat (06/07) menyelenggarakan Eskpos Perkenalan Teknologi (Clearing House Technology) dan diskusi teknis untuk melakukan Penilaian Kesesuaian Teknologi (Clearing House Technology) di Gedung Graha Wiksa Praniti, Puslitbang Perumahan dan Permukiman, Jalan Turangga No.5-7 Bandung. Acara dipimpin oleh Rezeki Peranginangin selaku Kapuslitbang KPT dan didampingi oleh Kepala Balai Air MInum dan Penyehatan Lingkungan Permukiman, Fitrijania. Diskusi teknis ini dihadiri oleh Kasubdit PLP Khusus Cipta Karya, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Cipta Karya, Direktorat Bina Investasi Infrastruktur Bina Konstruksi, PD PAL Jaya, Satker PLP Cipta Karya Jawa Barat, dan peneliti di lingkungan Pusitbang Perumahan dan Permukiman.

ANDRICH TECH SYSTEM Tipe ATS 100.50 merupakan teknologi STP (Sewage Treatment Plant) yang mengolah limbah cair menjadi air bersih, dengan menggunakan arus lemah dan getaran untuk memisahkan polutan-polutan dan air bersih dalam suatu limbah cair. Alat ini juga didesain sederhana, compact, bisa menggunakan skid sehingga tempat yang digunakan kecil dan mudah dipindah-pindahkan (mobile). Untuk skala yang agak besar, alat ini bisa didesain dalam bentuk modular.

Proses pengolahan dengan Andrich Tech System bersifat kontinyu, memiliki waktu tinggal yang sangat pendek sehingga tidak memerlukan lahan yang luas dan sedikit menggunakan bahan kimia dengan kualitas hasil olahan yang bagus bukan hanya bisa memenuhi baku mutu untuk dibuang ke lingkungan tapi juga bisa dimanfaatkan dalam perspektif 3R (Reduced, Recycle and Reuse). Saat ini Teknologi ini telah digunakan di PD PAL – IPLT Duri Kosambi Jakarta. (ARD-K3)