Slide 1

Berita PUPR > Balitbang PUPR Mempersiapkan Aplikasi Berbasis E-Learning sebagai Sarana Belajar dan Pengenalan Teknologi Balitbang


Kamis, 12 Juli 2018, Dilihat 21 kali

Badan Penelitian dan Pengembangan PUPR memiliki beberapa teknologi yang siap dan sudah diterapkan di masyarakat diantaranya Teknologi Hasil Forum Bisnis Balitbang PUPR Tahun 2017 yaitu: Teknologi Blok Beton Terkunci, Teknologi Blok Beton 3B, Teknologi Saluran Irigasi Modular, Teknologi Jembatan Untuk Desa (Judesa), Teknologi Tambal Cepat Mantap (TCM), Teknologi Rumah Unggul Sistem Panel instan (Ruspin) dan Teknologi Biotour. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Penerapan Teknologi (Puslitbang KPT) menindaklanjuti hasil forum bisnis ke dalam bentuk Digital yaitu sosialisasi dan e-learning.

Selain Teknologi Hasil Forum Bisnis, E-Learning memperkenalkan teknologi hasil litbang yang sudah replikasi perdana. Teknologi replikasi perdana yang disiapkan untuk aplikasi e-learning yaitu: Teknologi ferosemen untuk jaringan irigasi tersier, Teknologi pemecah gelombang ambang rendah (PEGAR), Jaringan irigasi perpipaan, IPAL Limbah Tahu, Recycling Sampah di Kawasan Wisata, Pengolahan Air Bersih dan Air Limbah di Kawasan Wisata Danau Toba, Teknologi Judesa, Teknologi Asbuton, Ruang Henti Khusus Sepeda Motor.

E-Learning merupakan pembelajaran jarak jauh yang memanfaatkan teknologi informasi. E-Learning memungkinkan pengguna untuk dapat belajar baik melalui komputer maupun ponsel pintar (smartphone) tanpa harus kontak fisik secara langsung/hadir mengikuti pelajaran yang diberikan.

Kepala Puslitbang KPT, Rezeki Peranginangin membuka rapat laporan pendahuluan penyiapan materi teknis alih teknologi hasil litbang PUPR berbasis website yang dihadiri oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kelitbangan, Novri Haryandi, Kepala Bidang Kajian Kebijakan dan Kerjasama, FX Hermawan K., Kabag Perencanaan dan Evaluasi, Sekretaris Badan Litbang, Pantja Dharma Oetojo, Perwakilan dari Puslitbang Jalan dan Jembatan, Perwakilan dari Puslitbang Sumber Daya Air, Perwakilan dari BPSDM, Tim Teknis Puslitbang KPT dan Tim Konsultan Amsek Nusantara.

”Setiap aplikasi yang dibangun, khususnya untuk bahan sosialisasi dan e-learning harus komunikatif dan mempermudah user, buat sesimpel mungkin tetapi sudah mengcover semua kebutuhan user” terang Rezeki. Banyak masukan dan usulan dari Kepala Puslitbang KPT namun semua itu untuk mempermudah pengguna. Pengguna (user) sendiri dibagi menjadi tiga besar, yaitu: User Eksekutif (Pengambil Kebijakan), Profesional, dan Masyarakat Umum.

Dengan adanya e-learning berbasis website dan mobile (android dan iphone) yang akan dikembangkan oleh Puslitbang KPT, harapan kedepannya dapat mempermudah para stakeholder untuk mengakses materi - materi hasil penelitian dan dapat memperkenalkan teknologi hasil Badan Litbang PUPR. (nd)