Slide 1

Berita PUPR > Serah Terima Teknologi Beton Ferosemen untuk Jaringan Irigasi Tersier kepada Dinas PU Kabupaten Sleman


Selasa, 24 Juli 2018, Dilihat 129 kali

BLPT-SDA

Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Penerapan Teknologi (Puslitbang KPT) sebagai pelaksana Penelitian dan Pengembangan, diseminasi dan alih teknologi melakukan serah terima Teknologi Beton Ferosemen untuk Jaringan Irigasi Tersier kepada Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Kawasan Permukiman, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada tanggal 28 Juni 2018. Penyerahan dilakukan oleh Kepala Satuan Kerja Balai Litbang Penerapan Teknologi Sumber Daya Air, Retno Sinarwati kepada Kepala Dinas PU, Perumahan dan Kawasan Permukiman, kabupaten Sleman, Yogyakarta R. Sapto Winarno. Kemudian dari Kepala Dinas PU, Perumahan dan Kawasan Permukiman  akan mencatat sebagai asset yang akan dikelola dan dipelihara sebagai tanggungjawabnya. Selanjutnya akan dilakukan penambahan jumlah saluran yang melibatkan masyarakat sebagai penerima manfaat.

Puslitbang Sumber Daya Air mengembangkan teknologi bahan untuk saluran irigasi tersier menggunakan ferosemen berupa box tersier, saluran, lining dan skot balk sebagai salah satu terobosan dalam meningkatkan layanan dan kinerja jaringan irigasi tersier. Teknologi ini diharapkan dapat mendukung target 3 (tiga) juta Ha rehabilitasi jaringan dan 1 (satu) juta Ha pembangunan irigasi tersier baru.

Ferosemen adalah suatu tipe dinding beton bertulang, tipis (3,00) cm, yang dibuat dari mortar semen hidrolis, dengan perbandingan campuran 1 semen : (2-3) pasir, diberi tulangan (≤ 6,0 mm) dengan lapisan kawat anyam (wiremesh) ukuran ≤1,0 mm, terus-menerus dan rapat. Ferosemen merupakan teknologi konstruksi alternatif yang telah digunakan dalam penyediaan suplai air dan berbagai pembangunan irigasi.

Pengembangan lining saluran dan boks tersier irigasi ferosemen pracetak merupakan inovasi teknologi rekayasa dalam meningkatkan mutu konstruksi. Saluran dan boks tersier beserta pintu pembaginya dapat meningkatkan pemerataan distribusi secara rotasi maupun proporsional.

Teknologi beton ferosemen memiliki sejumlah keunggulan yang telah teruji di lapangan, antara lain biaya konstruksi lebih rendah daripada bahan konvensional lainnya, memiliki kekuatan beton yang lebih tinggi, serta mempunyai konstruksi lebih ringan sehingga dapat digunakan di tanah yang mempunyai daya dukung yang rendah. (st-blptsda)