Slide 1

Berita PUPR > Penerapan Teknologi IPAL Industri Tahu Desa Taman Agung


Kamis, 01 Maret 2018, Dilihat 307 kali

Salah satu contoh sentra industri tahu yang belum melakukan pengolahan limbah cair terletak di Dusun Ponalan, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan. Di dusun ini terdapat 17 pengrajin tahu dengan total produksi 2000-2500 kg/hari. Dengan produksi sebesar itu limbah cair yang dihasilkan belum dapat diolah dengan baik. Persoalan lain yang muncul adalah saluran pembuangan limbah cair pabrik tahu tergabung dengan saluran drainase dan limbah rumah tangga. Dengan demikian, satu-satunya saluran pembuangan yang ada tersebut tidak mampu menampung limbah ketika sedang mencapai beban puncak.

Saluran yang digunakan untuk pembuangan limbah tersebut mengalir menuju Kali Bangkong yang melewati kompleks perumahan Tamanagung. Penghuni kompleks perumahan sudah mulai terganggu dengan keberadaan limbah tahu yang menimbulkan bau cukup menyengat serta memicu terjadinya luapan dari Kali Bangkong ketika musim hujan. Mengingat permasalahan yang cukup kompleks, maka dibutuhkan solusi alternatif untuk pengolahan limbah dari pengrajin tersebut sebelum terjadi pencemaran yang lebih berat. Keluhan warga tersebut telah disampaikan oleh aparat pemerintah Desa Tamanagung kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang dan Kementerian PUPR. Oleh karena itu, pada tahun 2017, Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi melalui Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman menerapkan teknologi Instalasi Pengolahan Air Limbah untuk mengatasi pencemaran limbah industri tahu di Desa Tamanagung.

IPAL yang diterapkan di Desa Tamanagung merupakan satu sistem yang terdiri dari beberapa teknologi. Teknologi tersebut telah melalui adjustment untuk disesuaikan dengan kondisi yang ditemui di lapangan. Teknologi yang diterapkan dalam IPAL adalah Bak Ekualisasi, Biodigester, Anaerobic Baffled Reactor (ABR), Biofilter, dan Kolam Sanita.

Rangkaian teknologi yang diterapkan dalam IPAL memiliki tujuan utama untuk menurunkan kadar pencemar dalam effluent sebelum dibuang ke badan air. Selain itu, penerapan teknologi ini juga memiliki manfaat lanjutan untuk meningkatkan nilai ekonomi limbah menjadi biogas melalui instalasi biodigester. Di sisi lain, keberadaan IPAL ini dapat dimanfaatkan sebagai ruang sosial baru bagi warga mengingat Desa Tamanagung termasuk permukiman padat yang masih kurang ruang interaksi warganya.