Slide 1

Berita PUPR > Penerapan Teknologi Terbatas di Morotai Mendukung KSPN


Senin, 30 Juli 2018, Dilihat 335 kali

3D waterfront citu

Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, melakukan Rapat Koordinasi dan Pre-construction Meeting (PCM) dalam kegiatan replikasi perdana penerapan teknologi terbatas di Kabupaten Pulau Morotai (25/07). Rapat ini dipimpin oleh Kepala Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi Rezeki Peranginangin dan dihadiri oleh Bupati Pulau Morotai, Benny Laos dan segenap jajaran SKPD di lingkungan Kabupaten Pulau Morotai serta segenap kontraktor, konsultan pengawas dan konsultan perencana. Dengan diselenggarakannya PCM ini, menurut Kapuslitbang KPT, maka rencana replikasi perdana penerapan tekjnologi terbatas mulai dilakukan dan akan memakan proses konstruksi 5 bulan dan melibatkan 3 Balai teknis di lingkungan PKPT.

Rezeki Peranginangin berharap dengan adanya replikasi perdana penerapan teknologi terbatas ini, maka produk Badan Litbang dapat menjadi contoh untuk diterapkan dan mendukung Morotai menjadi salah 1 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yang berbalut wisata sejarah Perang Dunia ke-2 dan wisata budaya. Adapun replikasi perdana ini meliputi tiga teknologi yakni Jalan Wisata, Toilet Wisata dan Revetment 3B (Berkait, berongga dan bertangga) dan diterapkan di lahan timbunan seluas 2 hektar. jalan wisata menggunakan aspal CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asbuton) dan paving block menggunakan fly ash. Panjang Jalan Wisata yaitu 275 meter.

Untuk Toilet Wisata menggunakan pengolahan air limbah Biofilter- Kolam Sanita, pengolahan air minum menggunakan Saringan Pasir Cepat (SPC) berbentuk cyclone serta watertap Reserve Osmose. Adapun Blok Beton 3B merupakan bangunan konstruksi yang berfungsi untuk mencegah longsor serta melindungi pergeseran garis pantai akibat erosi yang disebabkan oleh arus dan gelombang air laut dan blok beton ini dapat diterapkan di daerah yang mempunyai kondisi gelombang yang Moderat (dengan ketinggian gelombang 1,5m). Panjang revetment mencapai 281 meter. Lokasi penerapan teknologi terbatas ini ada di Kawasan Daruba Pantai, Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai dan menggunan rekomendasi teknologi dari Puslitbang Perumahan dan Permukiman, Puslitbang Jalan Jembatan dan Puslitbang Sumber Daya Air. Selain dilaksanakan proses PCM, selanjutnya dilakukan proses MC-0 (mutual checking 0) oleh segenap kontraktor, konsultan perencana, pengawas, dan direksi teknis.

“Saya atas nama Pemkab Pulau Morotai mengucapkan banyak terimakasih atas perhatian Badan Litbang Kementerian PUPR” ungkap Beny Laos, Bupati Pulau Morotai. Selain itu dia berharap kebijakan penataan kawasan oleh Balitbang PUPR berlanjut dan bersifat menyeluruh di kawasan tersebut. Bupati Pulau Morotai juga menyambut baik penerapan teknologi terbatas ini, yang pada akhirnya akan mendukung Visi Morotai sebagai water-front city (kota tepian air) di masa mendatang. Bupati berharap penerapan ini dapat berjalan lancar dan dapat digunakan secara optimal dalam meningkatkan jumlah wisatawan ke Pulau Morotai. Bandara Pitoe sebagai salah satu akses wisatawan menuju dan dari Morotai juga sedang direvitalisasi runway (landasan pacu) dan akan segera dapat didarati pesawat berbadan sedang dan besar.

Setelah melakukan Rapat Koordinasi dan PCM, Kapuslitbang KPT didampingi oleh Bupati Pulau Morotai melakukan kunjungan lapangan (site visit) ke Zona I Kawasan Daruba Pantai di Morotai selatan untuk mengetahui kondisi lapangan terkini. Selain itu Kapuslitbang KPT juga melakukan kunjungan ke Mata Air Bersih Nakamura serta Penerapan 3B oleh Balai Litbang Pantai Puslitbang SDA di Desa Buho Buho Morotai Timur. (dim-blptkim)