Slide 1

Berita PUPR > Puslitbang KPT Siapkan Rekomendasi Pemanfaatan dan Pengamanan Bendungan Kuningan


Rabu, 01 Agustus 2018, Dilihat 45 kali

Proyek Bendungan Kuningan

Tim peneliti Puslitbang KPT mengunjungi lokasi proyek pembangunan Bendungan Kuningan yang berlokasi di Kecamatan Cibereum, Kabupaten Kuningan, Provinsi Jawa Barat. Survey lapangan ini bertujuan tidak hanya melakukan pengamatan kondisi terkini proyek bendungan, tetapi juga kondisi lingkungan sosial, potensi ekonomi, dan rencana pemanfaatan bendungan.

Proyek Bendungan Kuningan dimulai pada tahun 2013 dan sempat terhenti karena kendala pembebasan lahan. Akan tetapi pada tahun 2015 pembangunan tersebut dilanjutkan kembali setelah persoalan lahan diselesaikan. Berdasarkan kontrak, pembangunan Bendungan Kuningan dijadwalkan selesai pada 31 Mei 2019, namun saat ini progres di lapangan sudah mencapai 82% dan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018. Bendungan Kuningan sendiri direncanakan dapat mengaliri irigasi pertanian sebanyak 3.000 Ha, yang berada 2.000 Ha di Kabupaten Brebes dan 1.000 Ha di Kabupaten Kuningan. Selain itu Bendungan Kuningan akan mampu mengurangi risiko banjir sebesar 68%, menghasilkan air baku 300 liter/detik, dan tenaga listrik 500 kW.

“Kendala yang kita hadapi saat ini salah satunya ialah akses menuju lokasi proyek, dimana alat berat kita sulit untuk memasuki area proyek. Hal ini disebabkan karena jalan yang sempit dan juga berkelok-kelok, jadi untuk mendatangkan alat berat dan material segala macamnya menjadi cukup sulit.” ujar Sujati Edi selaku Bagian Teknik dan Operasional PT. Brantas Abipraya. Tidak hanya itu, kendala lain yang dihadapi adalah pengadaan lahan seperti yang diutarakan oleh Solihin selaku Perwakilan Pelaksana Lapangan BBWS Cimanuk-Cisanggarung. “Kendala sosial lebih ke pengadaan lahan, karena belum semuanya dibebaskan. Misalnya di area genangan bendungan terdapat Desa Kawungsari dan di daerah cofferdam terdapat Desa Randusari yang keduanya saat ini masih proses pembebasan”.

Selain melakukan observasi lapangan di lokasi proyek bendungan, Tim Puslitbang KPT juga menggelar diskusi bersama stakeholder terkait pemanfaatan dan pengamanan bendungan Kuningan pada hari Rabu (25/7/18) bertempat di Bappeda Kabupaten Kuningan dengan mengundang beberapa dinas terkait, seperti: Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Cabang Dinas Kehutanan Wilayah, BBWS Cimanuk-Cisanggarung, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta Badan Pertanahan Nasional BPN/ATR.

FGD yang dibuka oleh Kepala Bappeda Kabupaten Kuningan, Maman Suparman, mengarahkan supaya seluruh peserta diskusi memanfaatkan forum ini sebaik-baiknya agar Bendungan Kuningan dapat langsung dimanfaatkan dan tidak terlambat proses pengembangannya, mulai dari aspek pariwisata, pertanian sampai pada akses menuju lokasi bendungan tersebut. Dari dinamika diskusi, terungkap beberapa hal seperti telah ditetapkannya kawasan bendungan Kuningan sebagai kawasan strategis kabupaten, perlu segera dipetakannya lokasi-lokasi sawah baru yang akan diairi jaringan irigasi, perlu delineasi daerah resapan untuk menjamin agar kawasan hulu tetap dapat menyuplai air secara kontinyu ke bendungan, mendorong pemda agar mengembangkan ekowisata di sekitar bendungan (mengambil best practice dari Desa Wisata Cibuntu), dsb. (bys)