Slide 1

Berita PUPR > Pasca Gempa Lombok, Puslitbang KPT akan membuat PIR di Mataram


Rabu, 19 September 2018, Dilihat 75 kali

Kapuslitbang KPT melakukan kunjungan ke Walikota Mataram Lombok

Dalam rangka percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di kabupaten/kota dan wilayah terdampak bencana, pada tanggal 23 Agustus 2018, Presiden Joko Widodo telah menandatangani Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 5 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram, dan wilayah terdampak di Provinsi NTB (tautan: Inpres Nomor 5 Tahun 2018).

 “Rehabilitasi dan rekonstruksi sarana berupa fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, fasilitas agama, dan fasilitas penunjang perekonomian agar aktivitas bisa berfungsi kembali diselesaikan paling lambat pada akhir bulan Desember 2018, dan sarana lain diselesaikan paling lambat Desember 2019,” tegas Inpres tersebut.

Melalui Inpres tersebut, Presiden Jokowi menginstruksikan kepada 19 menteri Kabinet Kerja, salah satunya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Arahan dari Menteri PUPR kepada seluruh Pejabat Tinggi di Lingkungan Kementerian PUPR untuk bekerjasama melaksanakan Inpres tersebut dan secara berkala mengunjungi lokasi terdampak gempa di Lombok.

Atas arahan Menteri PUPR, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Kebijakan dan Penerapan Teknologi (Kepala Puslitbang KPT) Balitbang PUPR, Rezeki Peranginangin pada tanggal 18 s/d 21 September 2018  mengunjungi Lombok.

Salah satu lokasi kunjungan Kapuslitbang KPT adalah kunjungan ke Walikota Mataram Lombok  H. Ahyar Abdu, membicarakan tentang rencana pembuatan PIR (Pusat Informasi Rumah Tahan Gempa). Penawaran Pusat Informasi Rumah Tahan Gempa (PIR) merupakan media edukasi dimana PIR sebagai sarana pelatihan pembangunan RISHA terhadap fasilitator yang akan melakukan pendampingan masyarakat. PIR sebagai media edukasi bisa juga menyasar Balai Latihan Kerja/BLK untuk menghasilkan tenaga terampil pada bidang bangunan untuk mengisi tenaga-tenaga terampil yang akan membangun rumah tahan gempa/RISHA bersama masyarakat.

Hal ini merupakan sinergitas Balitbang untuk mendukung fungsi Kementerian PUPR sebagai pendamping teknis, sehingga kebutuhannya datang dari Daerah dan siap mendukung program tersebut. (nd)