Slide 1

Berita PUPR > Pembahasan Rencana Pengadaan Panel Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Wilayah Terdampak Bencana Gempa Bumi Provinsi Nusa Tenggara Barat


Selasa, 11 September 2018, Dilihat 23 kali

Pembahsan Rencana Pengadaan Panel Risha di Ruang Rapat Kantor PPLP Cipta Karya PU Provinsi NTB

Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi pada hari Selasa, 11 September 2018 di undang dalam Pembahsan Rencana Pengadaan Panel Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) di wilayah terdampak bencana gempabumi provinsi Nusa Tenggara Barat, di Ruang Rapat Kantor PPLP Cipta Karya PU Provinsi NTB, dengan tamu undangan Direktur Pengembangan Kawasan Permukiman, Kepala Puslitbang Perumahan dan Permukiman, Kepala Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Komandan Satuan Tugas Permukiman, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah IV, Ketua KADIN Provinsi (NTB, Kota Mataram, Kab. Lombok Barat, Kab. Lombok Utara, Kab. Lombok Tengah, Kab. Lombok Timur, PT. Waskita Beton Precast, PT. Waskita Beton, PT. Adhi Persada Beton, PT. Nindya Beton, Varia Usaha Beton, Para Aplikatir Panel Risha untuk Penanggulangan Bencana Gempa di Provinsi NTB.

Menurut instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kota Mataram, Sumbawa, Sumbawa Barat dan Wilayah Terdampak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Maka pada saat ini Kementerian PUPR ingin mendengar Rencana Pengadaan Panel Risha yang di harapkan tepat waktu dalam Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi.

Pada kesempatan ini para BUMN dan BUMS menyampaikan kesanggupan dan kendala dalam pengadaan panel Risha dan rencanaannya dalam menyiapkan panel-panel Risha yang dibutuhkan. Dari Badan Litbang juga yang di beri tugas untuk mengbuat RAB dalam penyiapan panel-panel Risha serta data dukung dari Pusat-pusat litbang/ Tim Teknis juga memberikan laporan hasil assesmentnya yang nantinya data ini di butuhkan dalam proses pelaksanaan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Gempa Bumi di Nusa Tenggara Barat. (anf)