Slide 1

Berita PUPR > Peran Pembangunan Infrastruktur PUPR pada Acara PIT HAGI ke 43


Senin, 24 September 2018, Dilihat 62 kali

Kapuslitbang KPT mewakili Kementerian PUPR pada acara PIT HAGI ke 43

Dalam rangka PIT HAGI ke 43, Puslitbang KPT mewakili Kementerian PUPR menyelenggarakan Workhshop Sinergi dan sharing session HAGI-Kementerian PUPR untuk Perkembangan Teknologi Penunjang Infrastruktur di Indonesia, pada hari Senin tanggal 24 September 2018 di Semarang. Acara workshop ini, sebagai salah satu langkah awal kerjasama antara HAGI dan Kementerian PUPR, selain itu, acara ini juga sebagai Pre-event dari PIT HAGI (Pertemuan Ilmiah Tahunan Hinpunan Ahli Geofisika Indonesia) ke 43 yang bertemakan “Geoscience for Energy, Society and Sustainability” Acara di buka oleh Plt. Kabalitbang yang diwakili oleh Kepala Puslitbang KPT Bapak Perangingangin dan dihadiri juga oleh Kepala Bidang Kajian Kebijakan dan Kerjasama Puslitbang KPT FX. Hermawan serta para Akademisi dan tamu undangan lainnya.

Salah satu pembangunan yang memiliki peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi suatu Negara adalah pembangunan infrastruktur. Pertama dan terutama, dukungan dalam pembangunan infrastruktur dari semua pihak yang terkait sangat diperlukan. Pemahaman dan kontribusi dari semua pihak terkait sangat diperlukan agar proses pembangunan infrastruktur dapat meminimalisasi potensi hambatan yang mungkin muncul sedini mungkin, dan apabila terjadi masalah dapat segera ditanggulangi sesegera mungkin. Ini berarti bahwa peningkatan komptensi akan menjadi focus utama pada pengembangan teknologi dan infrastruktur yang dibutuhkan di Indonesia.

Mengenai program pengembangan infrastruktur, HAGI (Himpunan Ahli Geofisika Indonesia) yang merupakan salah satu organisasi nirlaba yang fokus pada teknologi kebumian, diantaranya yang terkait energi, kebencanaan dan infrastruktur, tentunya memiliki misi yang selaras dengan Kementerian PUPR, terutama dalam pengembangan teknologi yang bisa berkontribusi dalam pembangunan (dan monitoring) jalan, waduk dan bendungan, air, jembatan dan infrastruktur lainnya. Oleh karena itu, HAGI dan Kementerian PUPR percaya bahwa kerjasama untuk pengembangan teknologi penunjang infrastruktur akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak secara khusus dan Bangsa Indonesia pada umumnya.

Adapun prospek yang nanti dapat dikerjasamakan terkait dengan Geofisika dan Sipil adalah meningkatkan kehandalan infrastruktur yang dibangun, dan lebih khusus lagi terkait dengan kebencanaan sehingga diperlukan inovasi infrastruktur yang tahan bencana. Untuk mewujudkan kerjasama tersebut, maka HAGI dan Kementerian PUPR dalam hal ini Badan Litbang dapat bersama-sama melaksanakan serangkaian aktivitas kajian, penelitian, dan diakhiri dengan kolaborasi penerapan teknologi Geofisika dan Sipil terhadap pembangunan infrastruktur yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR di Indonesia. (dew-k3)