Slide 1

Berita PUPR > Penerapan Teknologi Morotai dalam Persona BIM


Kamis, 01 November 2018, Dilihat 160 kali

Temu Karya Nasional Gelar Tek

Kebutuhan teknologi, khususnya pada industri konstruksi, kini telah menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan. Permasalahan koordinasi antar pihak yang terlibat pada suatu proyek konstruksi kerap jadi batu sandungan dalam kemulusan progress sebuah proyek. Building Information Modeling (BIM) pun telah menjadi wajah perkembangan teknologi pada konstruksi. Yang dulu berbentuk dokumen 2D menjadi visualisasi 3D. Tak hanya itu, kemudahan perhitungan biaya, waktu, hingga jadwal juga menjadi nilai tambah dari BIM.

Terkait dengan hal di atas, bertempat di Garuda Wisnu Kencana Cultural Park Bali, Puslitbang KPT yang juga sekaligus mewakili Tim BIM PUPR mengikuti kegiatan Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel). Acara yang dibuka oleh Presiden Jokowi itu berlangsung dari 18-21 Oktober 2018. Presiden berpesan bahwa seiring revolusi industri, pemerintah daerah sudah harus 'melek' teknologi agar dapat bersaing dengan negara lain. Dari acara ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan daerah dalam mengembangkan inovasi teknologi dan memaksimalkan penggunaanya untuk rakyat.

Kembali pada permasalahan koordinasi sebuah proyek infrastruktur, jarak terkadang juga menjadi kendala dari sebuah komunikasi. Oleh sebab itu, BIM menawarkan sebuah inovasi berupa site visit melalui teknologiVirtual Reality (VR). Dengan VR, alih-alih harus terbang jauh ke lokasi proyek untuk mengecek kondisi terkini di sana, kita bisa berada di lokasi proyek dalam bentuk dunia maya. Dengan kondisi yang benar-benar sesuai dengan kenyataan, kita bisa dengan mudah memonitor segala detail dari proyek yang tengah berlangsung.

Berdasarkan hal tersebut, Tim BIM PUPR, yang diwakili oleh Dimas Hastama Nugraha dan Achmad Irsan, coba membawa teknologi VR ke Temu Karya Nasional Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel) 2018. Di sana, para pengunjung dapat mencoba langsung VR dan didampingi langsung oleh Tim BIM PUPR . Penjelasan mengenai segala fitur serta pengalaman berada di dunia virtual menjadi daya tarik sendiri untuk pengunjung. Tak hanya pengunjung lokal, beberapa turis mancanegara yang memang kebetulan sedang berwisata di GWK juga turut serta merasakan teknologi VR tersebut.

Di GWK, Tim BIM PUPR menyiapkan visualisasi salah satu pilot project BIM Kementerian PUPR yakni penerapan teknologi litbang di KSPN Morotai. Proyek tersebut terdiri dari beberapa jenis teknologi permukiman, antara lain: Biofilter untuk mengolah limbah dari kloset, wastafel, dan air kotor lainnya (kapasitas 40 m3/hari); Reverse Osmosis untuk mengolah air laut menjadi air bersih (kapasitas 50 galon); serta Saringan Pasir Cepat untuk mengurangi kekeruhan air dengan efektivitas 90-98%.

Selain teknologi permukiman, Proyek Morotai juga berisi teknologi jalan wisata berupa pemanfaatan material lokal untuk lapis pondasi, CPHMA untuk lapis perkerasan, dan teknologiFlyash untuk campuran beton.

Banyaknya animo pengunjung yang tertarik mencoba teknologi VR menjadi pertanda bahwa meski teknologi ini memang belum sepenuhnya termanfaatkan sebagai sistem pendukung pembangunan infrastruktur, namun dengan sosialisasi yang lebih masif akan membuat BIM dapat diimplementasikan di banyak sektor konstruksi. The future is now! (gal)