Slide 1

Berita PUPR > Inovasi Membangun tanpa Menggali dengan Teknologi “Trenchless”


Senin, 12 November 2018, Dilihat 34 kali

Implementasi pipe jacking method pekerjaan pemasangan pipa limbah, pipa air, dan pipa gas dalam teknologi trenchless

Konferensi pertama Trenchless Tech Indonesia 2018 diselenggarakan pada tanggal 31 Oktober 2018 di Jakarta Internatioal Expo, Kemayoran, Jakarta. Konferensi ini merupakan bagian dari rangkaian acara tahunan Indonesia Infrastructure Week 2018 (IIW 2018), yang diselenggarakan atas kerjasama KADIN Indonesia, LPJK, dan Kementerian PUPR.

Apa itu Trenchless? Teknologi ini merupakan salah satu metode konstruksi terkini yang mampu menggarap pekerjaan di bawah permukaan tanah tanpa galian. Kita dapat menilai bahwa teknologi ini sangat cocok diterapkan di kota-kota besar yang padat penduduk, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dll. Pekerjaan pemasangan utilitas seperti kabel serat optik, instalasi pipa air bersih, dll dapat “ditanam” di bawah permukaan tanah tanpa “merusak” bahu, atau bahkan badan jalan, sebagaimana lazimnya yang kita lihat di tepi jalan-jalan kota.

Konferensi dibuka dengan sambutan Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, yang diwakili oleh Edward Abdurrahman selaku Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR. Selanjutnya, materi tentang pengukuran geoteknik dan teknik inovatif baru mengenai konstruksi bawah tanah di Indonesia disampaikan oleh Sekretaris Badan Litbang Kementerian PUPR, Herry Vaza. Acara kemudian dilanjutkan dengan beberapa materi presentasi, antara lain dari PT. Vermeer Indonesia mengenai inovasi teknologi trenchless (Vermeer underground, lingkungan, dan surface miners), materi mengenai aplikasi penentuan lokasi utilitas yang ditanam di dalam tanah yang disampaikan Asia Pasific SPX Radiodetection. Disampaikan bahwa dengan teknologi ini, utilitas yang tertanam di dalam tanah dapat dideteksi menggunakan radiodetektor sehingga dapat mengurangi penggunaan peralatan, meningkatkan keselamatan, dan mengurangi biaya. Presentasi selanjutnya disampaikan oleh PT LRT Jakarta mengenai teknologi LRT Jabodetabek yang memberikan update terbaru mengenai perkembangan proyek LRT Jakarta. Dilanjutkan materi mengenai pipa tahan lama dari plastik yang diperkuat dengan kaca untuk instalasi pipa bawah tanah menggunakan teknologi trenchless oleh PT PdP Utek Indonesia. Glass Reinforced Polymer (GRP) relatif ringan sehingga mudah untuk diangkut, memiliki umur penggunaan hingga 50 tahun dan relatif tahan terhadap tekanan, ring bending, korosi, rayapan, dan erosi. GRP bisa diterapkan dengan slurry pipe jacking system.

Kemudian materi lain mengenai bor batuan dengan HDD Technology oleh Charles Machine Works Inc. Teknologi HDD juga diterapkan dengan mendaur ulang air yang digunakan dalam pengeboran, sehingga lebih hemat waktu dan biaya, serta dapat mengurangi gangguan lingkungan dan dampak sisa karbon yang dihasilkan. Terakhir, presentasi diisi oleh Iseki Poly-Tech Indonesia mengenai perletakan saluran limbah di Indonesia dengan teknologi unik Jepang. Teknologi dari Iseki Poly-Tech ini mendukung pemasangan saluran limbah menggunakan mesin pipe jacking, menggunakan kekuatan hydraulic jack dari starting shaft menuju arriving shaft sehingga tidak memerlukan penggalian di permukaan. Teknologi ini dapat diimplementasikan ketika metode open cut tidak dapat diimplementasikan.

Implikasi prospek kedepannya adalah dengan berbagai kelebihan yang dimiliki, teknologi-teknologi trenchless sangat bisa diterapkan pada berbagai proyek bawah tanah yang dimiliki Kementerian PUPR, baik dari segi pengeboran, sistem pemasangan, pendeteksian utilitas menggunakan SPX radiodetector, sistem pipe jacking, maupun penggunaan glass reinforced polymer dalam sistem trenchless.

Acara yang memberikan atmosfer edukasi dan pertukaran informasi serta pengalaman dari berbagai perusahaan dan industri terkait pembangunan dan penggunaan teknologi trenchless ini sangat membantu peningkatan sumber daya manusia dalam mendukung era teknologi baru ini. (dns)