Slide 1

Berita PUPR > Progres Pembangunan Rumah Contoh Tahan Gempa Teknologi Teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Provinsi Nusa Tenggara Barat


Sabtu, 08 Desember 2018, Dilihat 22 kali

Tim Satgas Bencana Gempa Bumii Lombok

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) dalam kunjungannya Kamis, 13 Agustus 2018 meninjau lapangan di Lombok Utara yang telah diguncang gempa berkekuatan 7 Skala Richter. selesai kunjungannya Presiden RI memutuskan untuk menggelar rapat terbatas bersama dengan jajaran terkait,  sejumlah arahan diberikan oleh presiden dalam rapat terbatas tersebut agar penanganan pascagempa dapat berjalan baik dan turut membenahi fasilitas-fasilitas pendidikan dan kesehatan yang rusak maupun hancur karena gempa, “Harus kita mulai sejak saat ini pembangunan rumah harus dengan konstruksi RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat). Konstruksi RISHA ini nanti akan dikawal oleh Kementerian PU sehingga betul-betul rumah yang ada sebanyak yang tadi sudah disebutkan betul-betul rumah yang tahan gempa,” kata Presiden.

Dalam arahannya presiden menginstruksikan   Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk turut membenahi fasilitas-fasilitas pendidikan dan kesehatan yang rusak maupun hancur karena gempa. Dalam acara konfrensi pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Senin 20 Agustus 2018, “Kami sudah siap melaksanakan perintah Presiden untuk menangani gempa yang kemarin di Lombok Utara” kata Menteri PUPR.

Maka dalam tindak lanjutnya Menteri PUPR menginstruksikan Badan Litbang PUPR untuk membangun Rumah Contoh tahan gempa teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Badan Litbang PUPR membentuk tim satgas pelaksanaan pembangunan gedung tahan gempa dan ahli teknologi untuk rekonstruksi pasca gempa bumi di provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2018. Untuk mendukung peningkatan upaya penanggulangan pasca gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Tim satgas ditugaskan membangun 100 rumah contoh tahan gempa teknologi Risha yang tahap pertama oleh Pusat Litbang Perumahan dan Permukiman mulai membangun sebanyak 20 Unit di Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah dan Kabupaten Lombok Timur yang selesai pada september yang beberapa unit Rumah Instan Sederhana Sehat yang telah jadi juga telah dimanfaatkan dengan baik oleh  sipenerima manfaat, mulai dari kantor pemerintahan, keamanan, rumah masyarat dan fasilitas umum dan sosial

Pusat Litbang Kebijakan Teknologi membangun unit rumah contoh yang akan disebar pembangunannya di setiap kecamatan, terutama dikecamatan yang terdampak kerusakan akibat bencana gempa bumi. Proses pembangunan telah berjalan kurang lebih selama 3 bulan yang dimulai dari bulan September hingga November. Kontraktor penanggung jawab pembangunan rumah contoh tahan gempa teknologi Risha yang di bangun Balitbang PUPR adalah dari PT. Waskita Karya Tbk. dan penanggung jawab pengawasan pembangunan dilakukan oleh PT. Virama Karya Tbk., status 30 November 2018 telah terbangun rumah contoh tahan gempa teknologi Risha sebanyak 70 unit Risha tipe 36 B 1 Lantai di 46 Kecamatan yang terdampak gempa bumi dan 1 Unit Pusat Informasi Kelitbangan dengan tipe 2 lantai yang rencannya akan di bangun 1 unit di setiap kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Barat yang telah dibangun Badan Litbang PUPR.

Hasil dari pembangunan rumah contoh tahan gempa teknologi Risha bukan hanya untuk mendukung peningkatan upaya penanggulangan pasca gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Barat juga adalah agar masyarakat dapat teredukasi terkait bangunan-bangunan yang tahan gempa yang baik dan aman diterapkan di daerah yang terletak rawan akan gempa bumi. Masyarat juga dapat melihat dan bertanya secara langsung di Pusat Informasi Kelitbangan tentang apa itu Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA). (ANF)