Slide 1

Berita Penerapan Teknologi > Penerapan Skala Penuh Teknologi Aspal Limbah Plastik


Jumat, 04 Januari 2019, Dilihat 82 kali

Buku Penerapan Skala Penuh Teknologi Aspal Limbah Plastik

Berdasarkan hasil penelitian World Bank disebutkan bahwa Indonesia merupakan penyumbang sampah laut terbesar ke-2 di dunia setelah Cina (Jambeck, 2015). Sebagian besar sampah laut yang masuk ke laut (marine debris) adalah sampah plastik. Temuan dalam penelitian tersebut membuat Indonesia tersadar untuk memulai aksi nyata mengurangi sampah plastik. Berdasarkan informasi yang diperoleh, seorang peneliti dari India telah menemukan suatu cara untu memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan perkerasan jalan. Hal ini membuat Kementerian Koordinator Kemaritiman bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat berinisiasi untuk mencoba memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan tambah pada perkerasan jalan.

Bertambahnya beban lalu lintas baik dari segi jumlah dan beban sumbu serta ditambah dengan pengaruh lingkungan dimana Indonesia beriklim tropis menjadi alasan banyak ditemukannya kerusakan dini dari perkerasan jalan. Berbagai macam modifikasi untuk meningkatkan mutu perkerasan jalan terus dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Peningkatan mutu perkerasan beraspal dapat diperoleh dengan cara memodifikasi aspal sehingga menjadi lebih superior atau dengan cara menambahkan suatu bahan tambah pada campuran beraspal.

Salah satu bahan tambah yang umum digunakan adalah polimer. Plastik yang sering kita gunakan sehari-hari mengandung polimer yang bersifat plastomer dan berpotensi untuk digunakan sebagai bahan tambah perkerasan jalan. Oleh sebab itu dalam penelitian ini dikaji kinerja campuran beraspal yang menggunakan bahan tambah limbah plastik berdasarkan percobaan di laboratorium dan penerapan di lapangan.