Slide 1

Berita PUPR > Workshop SPIP dan Penyusunan Peta Risiko di Lingkungan Puslitbang KPT


Selasa, 30 April 2019, Dilihat 71 kali

Workshop SPIP dan Input Tabel Peta Risiko

Sistem Pengendalian Intern adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan. Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) adalah Sistem Pengendalian Intern yang diselenggarakan secara menyeluruh di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Menindaklanjuti Surat Keputusan Kepala Badan Litbang PUPR Nomor 15 tahun 2019 tentang Tim Satgas Koordinasi Penyelenggaraan SPIP di Lingkungan Badan Litbang PUPR, Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (Puslitbang KPT) melalui Bidang Sumber Daya Kelitbangan (SDK) pada hari senin s/d selasa, 29-30 April 2019 menyelenggarakan acara workshop SPIP dan Penyusunan Peta Risiko di Lingkungan Puslitbang KPT sesuai dengan keluarnya Peraturan Pemerintah RI Nomor 60 Tahun 2008 tentang SPIP.

Kepala Bidang SDK Novri Haryandi dalam sambutannya mengatakan “SPIP merupakan kebutuhan untuk mencapai sebuah tujuan dalam sebuah instansi/organisasi dan sebagai penyempurna pelaksanaan Sistem Manajemen Mutu (SMM), maka dari itu bagi Balai dan Bidang yang masih ada kegiatan SMM harap direvisi”. Turut hadir dalam acara workshop SPIP Kepala Bidang Kajian Kebijakan dan Kerjasama FX Hermawan, Kepala Bidang Program dan Evaluasi M. Wahabi, Kepala Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman Mochamad Mulya Permana serta staf pelaksana, peneliti dan Pejabat Eselon IV di lingkungan Puslitbang KPT dan Balai-Balainya.

Turut hadir sebagai narasumber Indah Lestari dari Biro Keuangan yang memandu pengisian formulir peta risiko SPIP. Acara yang dilaksanakan selama dua hari ini menghasilkan beberapa point penting yang disampaikan oleh Kepala Bidang SDK dalam penutupan acara, yaitu: “Penyusunan peta risiko untuk tingkat Balai diharapkan fokus pada kegiatan utama yaitu penelitian, masing-masing Balai minimum menghasilkan 3 kegiatan yang disusun peta risiko, masing-masing Bidang menghasilkan minimum 3 kegiatan yang disusun peta risikonya, peta risiko yang disusun berdasarkan SOP yang sudah dibuat harapannya setelah direkapitulasi dapat diranking kegiatan mana saja yang paling berisiko”. (nd)