Slide 1

Berita Naskah Kebijakan > Pemetaan Sosial Ekonomi Dan Lingkungan Mendukung Pengembangan Kawasan Dan Konservasi Ekosistem Danau Tempe Sulawesi Selatan


Rabu, 04 April 2018, Dilihat 288 kali

Danau Tempe adalah salah satu dari 15 danau yang kondisinya dalam kategori kritis. Hal ini ditandai oleh laju sedimentasi yang tinggi, terbatasnya volume air, penurunan kualitas air, berkurangnya jenis tanaman di sekitar danau, dan hilangnya beberapa jenis fauna. Kebijakan pemerintah melakukan revitalisasi, memerlukan dukungan terutama pada aspek sosial ekonomi dan lingkungan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa dari sisi aspek sosial, kawasan Danau Tempe secara umum dimanfaatkan oleh dua kelompok masyarakat, yakni nelayan dan petani. Dalam pengelolaan lahannya, terdapat tipologi pemanfaatan lahan, baik untuk pertanian, perikanan, maupun konservasi. Untuk menata pola pemanfaatan tersebut diterbitkan Perda dan/atau Peraturan Bupati di 3 kabupaten. Selain itu, terdapat norma dan pranata sosial yang mengatur tata cara pemanfaatan danau dan mekanisme penerapan sanksi oleh macoa tappareng (tetua danau). Dari sisi aspek ekonomi, masyarakat di kawasan Danau Tempe telah menjadikan sebagai tumpuan mata pencaharian untuk pertanian: padi, jagung, kacang hijau, kedelai, serta labu dan semangka; untuk perikanan dengan pendapatan/keuntungan: nelayan tombak, nelayan jalan, nelayan jaring/lanra, nelayan jabba trwal, jabba kawat/besi, dan nelayan bungka toddo. Dari aspek lingkungan kondisi kawasan Danau Tempe sudah sangat memprihantinkan ditandai dengan semakin tingginya sedimentasi dan semakin luasnya areal DAS yang terkonversi dari vegetasi menjadi pertanian, yakni 63,2 km2 sejak tahun 2000 s/d 2015. Kondisi ini juga diperkuat oleh persepsi masyarakat terhadap perubahan kondisi lingkungan di kawasan Danau Tempe.