Slide 1

Berita Naskah Kebijakan > Telaah Aspek Lingkungan dan Tata Ruang Rencana Investasi Pembangunan Dam Teluk Bintan dan Pengelolaan Kawasan oleh PT Surya Bangunpertiwi


Senin, 14 Maret 2016, Dilihat 291 kali

Rencana investasi pembangunan Dam Teluk Bintan oleh Badan Usaha Swasta PT Surya Bangunpertiwi ini dilatarbelakangi oleh serangkaian milestones seperti : (1) pernyataan keinginan PT Surya Bangunpertiwi untuk membangun Dam karena potensi wisata dan industri di Batam dan Bintan yang sedemikian tinggi sehingga memerlukan dukungan supply air baku; (2) dukungan Menko Maritim dan Sumberdaya terhadap rencana investasi tersebut dengan fasilitasi Kementerian PUPR; dan (3) Kemenko Perekonomian yang mendorong PT Surya Bangunpertiwi agar dapat melaksanakan Pola dan Rencana Pengelolaan SDA yang sudah ditetapkan Kementerian PUPR.
Namun, tentu saja sebelum meng-approve rencana investasi tersebut diperlukan pertimbangan yang matang dengan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari kelayakan finansial dan portfolio Badan Usaha, kesesuaian rencana investasi dengan rencana tata ruang kawasan, hasil SEIA (social & environmental impact assessment) termasuk didalamnya kemungkinan Dampak (terutama Dampak lingkungan) akibat konversi 5.000 ha hutan bakau dan mangrove menjadi wilayah air tawar, serta pertimbangan-pertimbangan lain.
Policy Brief ini disiapkan dengan melakukan telaah dan analisis terhadap : (1) kebijakan manajemen ekosistem mangrove berbasis komunitas di kawasan Bintan yang dilakukan atas kerjasama Kementerian Kehutanan dengan ITTO (International Tropical Timber Organization); (2) nilai ekonomi lingkungan yang berpotensi terDampak akibat pembangunan Dam Teluk Bintan; serta (3) tata ruang dan regulasi pengelolaan kawasan Batam Bintan Karimun.