Slide 1

Berita PUPR > Field Trip Replikasi Perdana Teknologi Bidang Permukiman TA 2017


Rabu, 22 November 2017, Dilihat 141 kali

Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi hingga saat ini masih berkomitmen mendukung visi dan misi Kementerian PUPR dalam meningkatkan kondisi sanitasi masyarakat. Komitmen ini berupa penerapan teknologi sanitasi berbasis masyarakat di kawasan wisata Desa Gunung Pring dan Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan yang dilaksanakan oleh Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman. Penerapan teknologi pada dua lokasi tersebut dilakukan untuk meningkatkan layanan program sanitasi yang melibatkan peran aktif masyarakat.

Penerapan teknologi sanitasi di kawasan Gunung Pring berupa TPS 3R yang bertujuan untuk mengatasi persoalan pengolahan sampah daerah wisata. Wilayah ini tersohor sebagai destinasi wisata religi dengan daya tarik utama berupa makam Raden Santri yang berada di puncak bukit. Dalam satu tahun terdapat beberapa waktu khusus dimana jumlah wisatawan yang berkunjung berjumlah lebih dari lima ribu orang dalam satu hari, contohnya adalah pada malam tahun baru Islam dan hari ulang tahun Raden Santri. Selain hari-hari khusus tersebut, pada hari biasa pengunjung makam ini tercatat paling sedikit setidaknya adalah seratus orang per hari. Animo wisatawan yang cukup besar tersebut menghasilkan bangkitan sampah yang tidak sedikit, sehingga menimbulkan menimbulkan kondisi yang tidak sehat di sekitar kawasan Gunung Pring. Kehadiran TPS 3R di Gunung Pring berupaya untuk mengatasi persoalan pengelolaan sampah tersebut.

Tak jauh dari kawasan Gunung Pring tersebut terdapat sebuah sentra industri tahu yang berlokasi di Desa Tamanagung. Sentra industri tahu di lokasi ini hampir seluruhnya belum dilengkapi dengan sistem pengolahan air limbah, sehingga mencemari kawasan sekitarnya. Termasuk diantaranya adalah perumahan Tamanagung sebagai wilayah terdampak pencemaran. Beberapa rumah tidak dapat dihuni lagi karena selalu terlimpas air limbah dari saluran pembuangan. Pemerintah Desa Tamanagung yang kerap menerima komplain dari warga terkait pencemaran limbah industri tahu menyambut baik penerapan teknologi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) yang dilaksanakan oleh Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman. Penerapan teknologi ini dilaksanakan dengan melibatkan secara aktif peran warga dan pemerintah daerah khususnya Desa Tamanagung, Dinas PU dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magelang.

Pada hari Jumat (24/11/2017), Kepala Pusat Litbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi (PKPT) Rezeki Peranginangin beserta rombongan yang terdiri dari para akademisi, SKPD Kabupaten Magelang, beserta jajaran pejabat dan peneliti di lingkungan PKPT mengunjungi dua lokasi penerapan teknologi sanitas tersebut. Kunjungan ini dilaksanakan untuk memantau progres pelaksanaan konstruksi dan juga sebagai bagian dari evaluasi. Dari Kunjungan yang dilaksanakan tersebut Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman mendapatkan masukan-masukan penting untuk penyempurnaan kegiatan penerapan teknologi. Perlu diketahui bahwa penerapan teknologi dengan skena seperti ini baru dilaksanakan untuk pertama kalinya oleh Balai Litbang Penerapan Teknologi Permukiman. Rezeki Peranginangin menyampaikan apresiasinya pada penerapan teknologi ini karena dilengkapi juga dengan perekayasaan teknologi meski masih dalam tataran yang sederhana. “Saya mengapresiasi penerapan teknologi IPAL Industri Tahu dan TPS 3R ini. Peneliti dituntut untuk kreatif dalam memodifikasi teknologi yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Hal seperti ini harus dilanjutkan supaya teknologi yang kita terapkan dapat direplikasi oleh Direktorat Jenderal terkait”, ujarnya di sela-sela hujan deras saat pelaksanaan kunjungan lapangan di Tamanagung. (Nanda Ika).