Slide 1

Berita PUPR > Field Trip Replikasi Perdana Teknologi Bidang Sumber Daya Air TA 2017


Rabu, 22 November 2017, Dilihat 216 kali

Field Trip Replikasi Perdana Teknologi Bidang Sumber Daya Air, lokasi tujuan adalah Desa Srumbung yang terletak di Kabupaten Magelang. Di lokasi ini Puslitbang KPT melalui Balai Penerapan Teknologi SDA menerapkan teknologi Irigasi Perpipaan Berbasis Masyarakat.

Masyarakat Srumbung masih tergolong sebagai masyarakat agraris, yang sangat membutuhkan sistem irigasi yang handal. Dengan kontur wilayah pegu nungan dengan tingkat kemiringan lahan yang tinggi, irigasi konvensional terbilang kurang efektif di wilayah ini. Irigasi perpipaan merupakan solusi yang lebih tepat. Namun demikian, sistem perpipaan yang ada saat ini tidak memiliki kehandalan yang tinggi. Teknologi irigasi perpipaan yang dikembangkan oleh Pusair diyakini mampu mengatasi solusi kebutuhan masyarakat Desa Srumbung. Penerapan teknologi ini dilakukan selama satu bulan antara Agustus hingga September. Kunjungan lapangan Pus KPT yang dipimpin oleh Kepala Pusat pada Jumat lalu merupakan acara seremonial untuk mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan penerapan. Masyarakat Desa Srumbung sangat antusias menyambut kedatangan rombongan Pus KPT. Gerimis hujan yang turun hampir sepanjang hari itu tidak menyurutkan semangat rombongan untuk meninjau lapangan, bahkan hingga ke hilir saluran yang aksesnya cukup sulit.

Setelah kunjungan ke Srumbung, rombongan Pus KPT melanjutkan fieldtrip ke lokasi terakhir yaitu penerapan teknologi Irigasi Berbahan Beton Ferosemen. Lokasi yang dimaksud adalah di Desa Sidomoyo, yang termasuk ke dalam Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman. Teknologi ini diterapkan pada jaringan irigasi tersier. Irigasi Beton.

Ferosemen menawarkan keunggulan yang lebih tinggi dari segi durability, kecepatan aliran, k emudahan penerapan, serta biaya, dibanding teknologi lain yang sejenis. Penerapan teknologi ini dilakukan baik secara insitu maupun precast, dengan hasil keseluruhan yang sangat baik. Panjang keseluruhan saluran irigasi yang dibangun adalah kurang lebih 1000 meter. Dengan diterapkannya teknologi ini diharapkan produktivitas tani akan meningkat, dan mendorong meningkatnya kesejahteraan petani. Sebagaimana di lokasi lainnya, masyarakat desa juga menyambut dengan antusias rombongan Pus KPT yang telah berhasil menerapkan teknologinya. Selain itu, masyarakat juga menyampaikan harapannya agar teknologi Beton Ferosemen ini dapat diterapkan di jaringan irigasi lain di wilayah mereka.

Kunjungan di Desa Sidomoyo ini menjadi penutup rangkaian kegiatan Pus KPT ke lokasi-lokasi penerapan teknologi. Tingginya antusiasme masyarakat di seluruh lokasi kunjungan lapangan diharapkan dapat menjadi modal Pus KPT untuk terus bekerja keras ke depannya.