Slide 1

Berita PUPR > Membangun Fondasi Kuat Implementasi BIM, Balitbang PUPR Gelar Pembekalan Teknis Fase Konstruksi


Selasa, 24 April 2018, Dilihat 168 kali

Tim Building Information Modelling (BIM) PUPR kembali melanjutkan tugasnya menginisiasi pemanfaatan BIM dalam pembangunan infrastruktur PUPR. Setelah sebelumnya menghelat pembekalan teknis di Kampus Pattimura dan Universitas Islam Indonesia, kali ini Tim BIM PUPR menggandeng salah satu kampus ternama di Indonesia yakni Institut Teknologi Bandung.

Kampus yang dirancang dan dibangun oleh Henri MacLaine Pont ini menjadi tuan rumah acara “Pembekalan Teknis Tim BIM PUPR : Fase Konstruksi” yang berlangsung dari tanggal 24-27 April 2018 di Gedung Center for Infrastructures and Built Environtment (CIBE) Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan. Gedung CIBE ini sendiri merupakan salah satu dari empat gedung tematik yang dibangun sebagai tanda dimulainya babak baru ITB menjadi pusat perkembangan IPTEK dan inovasi.

Acara “Pembekalan Teknis Tim BIM PUPR : Fase Konstruksi” dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) ITB, Ade Sjafruddin yang mengungkapkan rasa hormatnya atas kesempatan yang diberikan Kementerian PUPR kepada ITB, khususnya FTSL, sebagai mitra kementerian dalam mengedukasi aparatur yang ada di PUPR. “BIM memang tengah menjadi buah bibir dalam pengembangan infrastruktur. Terutama di luar negeri, yang sebenarnya sudah menjadi regulasi untuk menggunakan BIM sejak fase perencanaan. Untuk di Indonesia, kami menyadari bahwa sulit apabila kami bergerak sendiri, oleh karena itu kami sangat senang bisa bergerak bersama-sama dalam mengembangkan BIM. Kementerian PUPR, Institut BIM Indonesia, dan stakeholder lain, saya yakin sinergi yang kita dambakan akan dapat tercipta,” ujar Ade.

Selanjutnya, Kepala Program Studi, Muhamad Abduh juga menyampaikan perkembangan BIM yang ada di ITB. Menurutnya, BIM harus terus dikembangkan agar bisa dimanfaatkan oleh banyak pihak. Peran Kementerian PUPR sebagai regulator juga diharapkan bisa mendorong impian tersebut. “Sementara ini BIM di ITB masih sebatas penelitian saja. Harapan kami pengembangan BIM bisa semakin masif sehingga bisa meningkat menjadi implementasi secara massal,” tandas Abduh.

Kemudian Kepala Puslitbang Kebijakan dan Penerapan Teknologi, Rezeki Peranginangin menyampaikan arahannya sekaligus membuka acara. Rezeki berterima kasih kepada ITB yang telah mengizinkan bekerja sama dalam membina aparatur PUPR agar memahami sistem BIM. “Dengan ITB saya berharap training yang terjamin mutunya, karena yang kita tawarkan ini (BIM red.) adalah sesuatu yang baru nan penting. Saya berharap kita bisa move on dari zona nyaman kita selama ini, dan beralih mengadopsi BIM agar infrastruktur yang kita hasilkan lebih baik, lebih cepat, dan lebih transparan. Kami dari Balitbang PUPR saat ini bertugas membentuk fondasi yang kuat dalam implementasi BIM. Selanjutnya, tongkat estafet akan kami berikan kepada BPSDM yang bertanggung jawab mengedukasi aparatur PUPR yang bersentuhan langsung dengan proyek, serta Ditjen Bina Konstruksi sebagai pembina para penyedia jasa konstruksi agar semakin pintar dalam menerapkan BIM,” pungkas Rezeki.

Pembekalan Teknis ini adalah seri terakhir dari tiga rangkaian agenda yang telah dilakukan, yakni Fase Introduction dan Design and Engineering. Dari ketiga agenda tersebut diharapkan akan semakin memberikan pemahaman akan pentingnya adopsi BIM dalam pembangunan infrastruktur. (adj_gal)