Slide 1

Galeri Video


Selasa, 03 April 2018, Dilihat 40 kali

 

Penerapan Teknologi Aspal Karet



Jakarta, Selasa, 03 April 2018

Harga karet mentah Indonesia cenderung menurun dibanding pertengahan tahun 2015, yaitu 176 US cents/kg pada Juli 2015 dan pada Maret 2016 menjadi 123 US cents/kg atau turun sebesar 33 % karena terjadi surplus bahan baku di pasar internasional. Hal ini membuat karet Indonesia tidak memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi saat diekspor dalam bentuk mentah dan tidak memberikan dampak kesejahteraan yang berarti bagi petani karet di Indonesia. Pemerintah mencoba mengatasinya meningkatkan pemanfaatan karet di dalam negeri untuk menstabilkan harga karet domestik. Pemerintah menetapkan target penyerapan karet untuk kementerian-kementerian terkait yang memiliki potensi untuk menerapkannya dalam program-program kementerian. Khusus untuk Kementerian PUPR yang salah satunya akan digunakan dalam pembangunan jalan, estimasi penyerapan karet ditargetkan mencapai 60.000 ribu ton per tahun. Balai Litbang Penerapan Teknologi Jalan dan Jembatan melakukan penelitian untuk memetakan potensi persediaan dan kebutuhan karet khusus untuk campuran aspal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar ketika pemerintah berwacana akan meningkatkan penggunaan karet domestik dalam pembangunan khususnya jalan nasional.